DEPOK24JAM- PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) telah merealisasikan penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) sebesar Rp166,71 miliar hingga 30 Juni 2026.
Dana tersebut digunakan untuk mendukung ekspansi outlet baru serta setoran modal kepada anak perusahaan.
Berdasarkan laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum PT Fore Kopi Indonesia Tbk per 30 Juni 2026, perseroan memperoleh dana IPO sebesar Rp353,44 miliar pada 14 April 2025.
Setelah dikurangi biaya pelaksanaan penawaran umum sebesar Rp16,24 miliar, dana bersih yang diterima Fore Kopi tercatat sebesar Rp337,19 miliar.
Sekretaris Perusahaan PT Fore Kopi Indonesia Tbk, Denny Ngadimin, menyampaikan bahwa penggunaan dana hasil penawaran umum dilakukan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
“Sisa dana hasil Penawaran Umum akan digunakan sesuai dengan rencana penggunaan dana,” tulis Denny Ngadimin dalam laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perseroan diterbitkan pada Selasa, 14 Juli 2026.
Realisasi Dana IPO Fore Kopi Capai 49,4 Persen
Dalam laporan tersebut, Fore Kopi mencatat realisasi penggunaan dana IPO sebesar Rp166,71 miliar atau 49,4 persen dari total dana bersih hasil penawaran umum.
Sebagian besar dana yang telah digunakan dialokasikan untuk kebutuhan ekspansi outlet baru.
Dari rencana penggunaan dana ekspansi outlet baru sebesar Rp275 miliar, perseroan telah merealisasikan penggunaan dana sebesar Rp155,71 miliar atau 56,6 persen.
Selain ekspansi outlet, Fore Kopi juga menggunakan sebagian dana IPO untuk setoran modal kepada anak perusahaan CFI.
Dari rencana setoran modal sebesar Rp60 miliar, realisasi penggunaan dana tercatat sebesar Rp11 miliar atau 18,3 persen.
Sementara itu, dana yang dialokasikan untuk kebutuhan modal kerja sebesar Rp2,19 miliar belum direalisasikan hingga periode laporan 30 Juni 2026.
Sisa Dana IPO Rp170,48 Miliar Masih Ditempatkan di Bank
Hingga 30 Juni 2026, Fore Kopi masih memiliki sisa dana hasil IPO sebesar Rp170,48 miliar atau 50,6 persen dari total dana bersih hasil penawaran umum.
Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa sisa dana tersebut masih ditempatkan pada rekening perusahaan dan akan digunakan sesuai dengan rencana penggunaan dana.
Perseroan mencatat target waktu penggunaan sisa dana tersebut dalam enam bulan, yaitu pada akhir tahun 2026.
Rincian penempatan sisa dana tersebut terdiri dari Rp170,43 miliar yang ditempatkan pada tabungan giro Bank Mandiri dengan tingkat imbal hasil 5 persen per tahun per Juni 2026.
Selain itu, terdapat dana sebesar Rp50,86 juta yang ditempatkan pada tabungan giro Bank Mandiri dengan tingkat imbal hasil 0,4 persen per tahun.
Biaya Penawaran Umum Capai Rp16,24 Miliar
Dalam proses IPO, Fore Kopi mencatat biaya pelaksanaan penawaran umum sebesar Rp16,24 miliar.
Biaya tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan, antara lain jasa penyelenggaraan, jasa penjaminan, jasa penjualan, jasa akuntan publik, jasa biro administrasi efek, biaya pencatatan dan pendaftaran, serta biaya lainnya.
Penggunaan Dana IPO Masih Sesuai Rencana
Dalam laporan realisasi penggunaan dana yang disampaikan pada 14 Juli 2026, Fore Kopi menyampaikan bahwa penggunaan dana hasil penawaran umum masih mengacu pada rencana penggunaan dana yang telah ditetapkan.
Total dana bersih hasil IPO tercatat sebesar Rp337,19 miliar. Dari jumlah tersebut, realisasi penggunaan dana mencapai Rp166,71 miliar dan sisa dana yang belum digunakan sebesar Rp170,48 miliar per 30 Juni 2026.
Laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum tersebut ditandatangani oleh Sekretaris Perusahaan PT Fore Kopi Indonesia Tbk, Denny Ngadimin, di Jakarta pada 14 Juli 2026.
Ringkasan Dana IPO Fore Kopi
- Dana hasil IPO bruto: Rp353,44 miliar
- Biaya penawaran umum: Rp16,24 miliar
- Dana bersih hasil IPO: Rp337,19 miliar
- Realisasi penggunaan dana: Rp166,71 miliar atau 49,4 persen
- Sisa dana IPO: Rp170,48 miliar atau 50,6 persen
- Periode laporan: 30 Juni 2026

