DEPOK24JAM– Badan sepak bola dunia resmi membuka penyelidikan terhadap insiden kericuhan yang terjadi seusai final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, Senin (21/7/2026) pagi WIB. Pertandingan berakhir dengan kemenangan Spanyol 1-0 atas Argentina, namun suasana panas setelah peluit akhir memicu bentrokan antarpemain yang kini menjadi perhatian serius.
Sejumlah pemain Argentina terancam dijatuhi sanksi larangan bertanding apabila terbukti melanggar Kode Disiplin badan sepak bola dunia tersebut. Rekaman video memperlihatkan berbagai insiden yang melibatkan pemain Argentina dalam keributan pascalaga yang cukup serius.
Insiden Kekerasan yang Terekam
Leandro Paredes dan Nahuel Molina menjadi sorotan utama dalam keributan tersebut. Paredes bersama Thiago Almada terlihat bergulat dengan gelandang Spanyol Gavi hingga terjatuh ke lapangan. Dalam insiden lain, Paredes juga tampak mencekik leher bek Spanyol Eric Garcia dengan cara yang tidak sportif.
Molina diduga melayangkan pukulan ke arah Rodri saat berlari melewati gelandang Spanyol tersebut yang tengah merayakan keberhasilan timnya menjadi juara dunia. Selain itu, bek senior Argentina Nicolas Otamendi juga terlibat adu mulut sengit dengan Rodri, dengan pertukaran kata-kata yang dipicu komentar bek Spanyol Aymeric Laporte menjelang laga final.
Muncul pula dugaan bahwa mantan bek Argentina yang kini menjadi pelatih, Roberto Ayala, melakukan tindakan menyerang gelandang Spanyol Dani Olmo seusai pertandingan berakhir. Tindakan agresif dari berbagai pihak ini menjadi fokus investigasi yang sedang dilakukan.
Kartu Merah dan Koreksi Catatan
Selama laga berlangsung, gelandang Argentina Enzo Fernandez telah lebih dulu diusir keluar lapangan akibat menerima dua kartu kuning. Adapun Leandro Paredes sempat tercatat mendapat kartu merah setelah peluit panjang dibunyikan oleh wasit Slavko Vincic.
Namun, badan sepak bola dunia kemudian mengoreksi catatan resminya dan menyatakan Paredes sebenarnya tidak menerima kartu merah dari wasit sehingga sanksi tersebut dihapus dari laporan pertandingan. Meski demikian, ancaman hukuman yang lebih berat masih membayangi para pemain Argentina setelah investigasi resmi dimulai terhadap kericuhan pascalaga yang melibatkan banyak pemain dari kedua belah pihak.
Sumber:

