DEPOK24JAM– Fadi Hamdallah al-Nassan, pemain muda berusia 17 tahun dari tim nasional sepak bola remaja Palestina, meninggal dunia akibat luka tembak yang dideritanya. Insiden tragis ini terjadi ketika pemukim Israel menyerang desanya di Tepi Barat yang diduduki Israel. Al-Nassan ditembak pada 11 Juli dan akhirnya meninggal pada hari Sabtu, menjelang final Piala Dunia 2026.
Menurut Asosiasi Sepak Bola Palestina, pasukan Israel menembak paha al-Nassan saat para pemukim sedang melakukan serangan di desa tersebut. Kakinya kemudian diamputasi, dan ia meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya. Ayahnya, Hamdallah al-Nassan, menceritakan bahwa putranya berlari menuju lokasi kejadian setelah mendengar jeritan perempuan dan anak-anak perempuan saat serangan berlangsung.
“Dia pergi ke lokasi serangan dan tewas,” ujar ayahnya. Ibunya, Hanan al-Nassan, menambahkan: “Dia adalah siswa yang baik, berprestasi dalam olahraga, dan gemar bermain sepak bola. Semua orang menyukainya.”
Korban Terus Bertambah dalam Komunitas Olahraga Palestina
Kematian al-Nassan menambah daftar panjang korban di kalangan insan olahraga Palestina. Asosiasi Sepak Bola Palestina menyatakan bahwa dengan meninggalnya Fadi, jumlah syuhada dari kalangan insan olahraga Palestina sejak 7 Oktober 2023 kini mencapai 1.013 orang. Angka tersebut termasuk 568 orang dari keluarga besar sepak bola Palestina.
Peristiwa ini kembali menyoroti eskalasi kekerasan yang dilakukan oleh para pemukim dan tentara Israel terhadap komunitas Palestina di seluruh Tepi Barat. Wilayah yang diduduki Israel sejak 1967 ini terus menjadi lokasi pembangunan permukiman dengan laju yang semakin cepat, meskipun tindakan tersebut ilegal menurut hukum internasional.
Kelompok Hak Asasi Manusia Soroti Tindakan Israel
Kelompok-kelompok hak asasi manusia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menyebut tindakan Israel di Tepi Barat sebagai bentuk apartheid. Namun, FIFA tampak tidak merespons permintaan sanksi terhadap Israel terkait insiden ini dan kekerasan yang berkelanjutan di kawasan tersebut.
Puluhan pelayat yang mengenakan pakaian hitam membawa jenazah al-Nassan dari Kompleks Medis Palestina di Ramallah menuju desa asalnya, al-Mughayyir, untuk dimakamkan pada hari Sabtu. Al-Nassan bermain untuk klub Al-Mughayyir dan merupakan anggota tim nasional remaja Palestina sebelum tragedi ini menghilangkan nyawanya.
Sumber:

