Prodia Bukukan Laba Rp77,6 Miliar pada Semester I 2026

Ilustrasi gedung Prodia dengan latar grafik pertumbuhan kinerja keuangan dan pasar modal pada semester I 2026.

DEPOK24JAM – PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) mengawali 2026 dengan kinerja yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga akhir Juni 2026, emiten laboratorium kesehatan ini berhasil meningkatkan pendapatan sekaligus mencatat pertumbuhan laba bersih dua digit.

Berdasarkan laporan keuangan semester I/2026, Prodia membukukan pendapatan sebesar Rp1,11 triliun, naik dari Rp1,03 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan pendapatan tersebut ikut mendorong laba bersih perusahaan menjadi Rp77,57 miliar, atau meningkat sekitar 11,4% dibandingkan Rp69,60 miliar pada semester I/2025.

“Di tengah kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang semakin berkembang, kami terus bertransformasi dengan menghadirkan inovasi yang relevan, memperluas akses layanan, serta membangun ekosistem kesehatan yang semakin terintegrasi,” ujar President Director Prodia, Liana Kuswandi dalam keterangan resmi, Kamis, 30 Juli 2026.

Sejalan dengan itu, laba bruto juga meningkat menjadi Rp628,30 miliar dari Rp573,33 miliar. Sementara laba sebelum pajak naik menjadi Rp98,60 miliar, dibandingkan Rp86,16 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Kinerja tersebut turut tercermin pada laba komprehensif yang mencapai Rp87,53 miliar, lebih tinggi dibandingkan Rp76,18 miliar pada semester I/2025. Laba per saham dasar juga meningkat menjadi Rp87,15.

BACA JUGA: Kinerja BJB Syariah Merosot 41% pada Semester I 2026

Dari sisi operasional, aktivitas bisnis Prodia juga menghasilkan arus kas yang lebih besar. Arus kas bersih dari aktivitas operasi tercatat Rp199,99 miliar, naik dari Rp169,15 miliar pada semester I tahun lalu. Peningkatan ini didukung penerimaan dari pelanggan yang mencapai Rp1,11 triliun sepanjang enam bulan pertama tahun ini.

Di balik pertumbuhan tersebut, perusahaan juga menghadapi kenaikan biaya operasional. Beban umum dan administrasi meningkat menjadi Rp518,56 miliar dari Rp485,86 miliar. Selain itu, pendapatan keuangan menurun, sementara perusahaan membukukan bagian rugi dari entitas asosiasi sebesar Rp3,98 miliar, setelah pada periode yang sama tahun lalu masih mencatat bagian laba.

Pada sisi neraca, total aset Prodia tercatat Rp2,64 triliun per 30 Juni 2026, sedikit lebih rendah dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp2,70 triliun. Meski demikian, liabilitas juga turun menjadi sekitar Rp301 miliar, sementara ekuitas perusahaan tetap berada di level Rp2,34 triliun.

Secara keseluruhan, semester pertama 2026 menjadi periode pertumbuhan bagi Prodia. Kenaikan pendapatan berhasil diterjemahkan menjadi peningkatan laba bersih dan arus kas operasional, meski perusahaan masih menghadapi tekanan dari kenaikan beban operasional dan penurunan pendapatan keuangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *