Penjualan ADES Melonjak 71%, Laba Akasha Wira International Tembus Rp530 Miliar

Akasha Wira International mencatat pertumbuhan penjualan dan laba bersih yang kuat pada semester I 2026.

DEPOK24JAM – Produk-produk Akasha Wira International mungkin sudah akrab di rumah banyak masyarakat. Di bisnis minuman, perusahaan memproduksi air minum dalam kemasan Nestlé Pure Life dan Vica Royal.

Sementara di lini perawatan kecantikan, perusahaan menaungi berbagai merek seperti Makarizo, Tisara, Zen, dan Makarizo Advisor, yang banyak digunakan untuk perawatan rambut di rumah maupun salon profesional.

Kinerja dua lini usaha tersebut mendorong PT Akasha Wira International Tbk (ADES) membukukan pertumbuhan yang kuat sepanjang semester I 2026.

Berdasarkan laporan keuangan hingga 30 Juni 2026, penjualan perusahaan mencapai Rp2,03 triliun, melonjak sekitar 71% dibandingkan Rp1,19 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan penjualan dari segmen makanan dan minuman serta kosmetik. Pendapatan dari makanan dan minuman mencapai Rp1,06 triliun, sedangkan segmen kosmetik menyumbang Rp965,78 miliar.

BACA JUGA: Meski Pendapatan Bina Buana Raya Turun, Laba Justru Naik 10%

Seiring naiknya penjualan, laba bruto perusahaan ikut meningkat menjadi Rp1,02 triliun, dibandingkan Rp613,15 miliar pada semester I 2025. Meski beban penjualan juga bertambah menjadi Rp362,87 miliar dari Rp195,86 miliar, pertumbuhan pendapatan mampu menjaga profitabilitas perusahaan.

Kondisi tersebut membuat laba sebelum pajak meningkat menjadi Rp672,04 miliar dari Rp401,17 miliar. Setelah dikurangi beban pajak, ADES membukukan laba bersih sebesar Rp530,23 miliar, naik sekitar 67,5% dibandingkan Rp316,48 miliar pada semester I tahun lalu.

Pertumbuhan bisnis juga tercermin pada arus kas operasional. Selama enam bulan pertama 2026, perusahaan menghasilkan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp308,96 miliar, meningkat dari Rp252,51 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, ADES meningkatkan investasi untuk pengembangan usaha. Pengeluaran untuk pembelian aset tetap mencapai Rp206,14 miliar, lebih tinggi dibandingkan Rp147,97 miliar pada semester I 2025. Akibatnya, arus kas investasi menjadi negatif Rp296,07 miliar.

Dari sisi neraca, posisi keuangan perusahaan juga menguat. Ekuitas meningkat menjadi Rp3,53 triliun dari Rp3,00 triliun pada akhir 2025. Sementara total aset bertambah menjadi Rp4,35 triliun, mencerminkan pertumbuhan skala usaha perusahaan selama semester pertama tahun ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *