DEPOK– Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya secara gamblang mengungkap sejumlah manfaat dari hasil perjalanan luar negeri yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto. Manfaat tersebut juga dirasakan oleh rakyat.
Pertama, Indonesia saat ini masuk dalam BRICS. Manfaat yang dirasakan adalah situasi negara terjamin, harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak naik serta stok pangan aman.
Kedua, diberlakukan tarif 0% di Uni Eropa dimana itu berlaku di 25 negara. Teddy menegaskan bahwa perjanjian ini sudah diurus belasan tahun lalu namun baru tercapai tahun 2025.
“Ini perjanjian yang sudah diurus belasan tahun lalu dan tercapai tahun 2025 saat Presiden Prabowo,” katanya seperti dikutip, Senin (1/6/2026).
Ketiga, hasil perjalanan luar negeri selaam 1,5 tahun sudah banyak investasi yang masuk ke Indonesia dengan total Rp 2.430 triliun berdasarkan data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
“Bulan lalu, Presiden ke Jepang dan Korea. Hasilnya, masuk investasi sebesar Rp 575 triliun,” ujarnya.
Keempat, di bidang Alat Utama Sistem Senjata (alutsista) Indonesia saat ini sudah bagus. Indonesia memiliki alat canggih dari banyak negara seperti Perancis, Amerika, Rusia, China, Inggris serta Eropa.
Kelima, keberhasilan pelaksanaan ibadah haji selama dua tahun terakhir. Atau yang baru saja dilaksanakan yaitu Haji tahun 2025 disebut Teddy berjalan lancar dan nyaris tidak ada kendala signifikan.
“Indonesia satu-satunya negara yang punya perkampungan haji di Arab Saudi. Dan Saudi mengubah undang-undangnya agar suatu negara punya suatu lahan disitu untuk digunakan oleh jemaah haji,” tegasnya.
Keenam, Presiden Prabowo berperan aktif di Palestina. Buktinya yaitu Indonesia drop off logistik dari udara dan ini sudah beberapa kali dilakuakn. Teddy menegaskan bahwa tidak semua negara bisa melakukan hal itu tanpa adanya diplomasi dengan negara yang wilayah udaranya dilewati pesawat.
“Kita kirim kapal rumah sakit ke Palestina. Kita menyekolahkan anak-anak Palestina di universitas-universitas di Indonesia, sekarang sudah sampai 100 orang,” ungkapnya.
Ketujuh, Presiden Prabowo berhasil mengembalikan sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang diamankan Israel di laut bebas. Itu adalah keberhasilan nyata dari hasil diplomasi antara Presiden dan Pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).
“Itu hasil konkrit nyata selama 1,5 tahun terakhir. Dan semua itu adalah diplomasi yang dilakukan Presiden Prabowo lewat berbagai macam cara, karena yang terpenting bagi kami adalah hasil konkritnya,” tegasnya.
Terakhir yaitu mengenai pertemuan Presiden Prabowo dengan Kepala Negara lain di berbagai event. Pertemuan dengan Kepala Negara lain di suatu event yang menentukan adalah Presiden dan saran dari Menteri Luar Negeri.
“Dan beliau lah yang mengetahui mana yang prioritas, mana yang harus diutamakan, mana pertemuan yang harus bertemu langsung atau cukup dengan telepon. Semua diplomat hebat tahu itu,” pungkasnya.

