PDP Meninggal di Kota Depok Mencapai 31 Orang

20

DEPOK- Pemkot Depok mencatat pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 yang meninggal per Rabu, 8 April 2020 mencapai 31 orang.

Status PDP meninggal ini belum bisa dinyatakan positif atau negatif corona lantaran harus dicek terlebih dahulu dari hasil PCR dan Public Health Emergency Operating Center Kemenkes RI.

Data lain yakni orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 2.256 dengan menyisakan 2003 orang. Sisanya 253 orang sudah selesai dipantau. Sementara itu, jumlah PDP mencapai 636 orang dan baru selesai dipantau mencapai 115 orang.

“Data per Rabu, 8 April 2020 terkonfirmasi positif corona mencapai 73 orang, sembuh 10 orang dan meninggal 8 orang,” demikian rilis resmi yang dikeluarkan Pemkot Depok.

Saat ini, Pemkot Depok sudah melayangkan usulan agar diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti yang akan diterapkan di Jakarta pada Jumat pekan ini.

“Terkait PSBB, usulan sudah disampaikan kepada Gubernur Jawa Barat untuk dikaji dan dilanjutkan ke Kementerian Kesehatan RI. Untuk langkah teknis selanjutnya, kami akan segera berkoordinasi kembali dengan FORKPIMDA dan instansi terkait.”

Guna mencegah penyebaran virus corona, Pemkot Depok memperpanjang proses belajar mengajar siswa didik di lingkungan Depok, dengan belajar di rumah hingga 30 April 2020.

Adapun terkait, Labkesda Kota Depok sebagai laboratorium untuk pemeriksaan Swab PCR, saat ini sedang tahap persiapan baik dari sarana, prasarana, SDM dan juga prosedur.

Kendala saat ini yang dihadapi adalah persiapan biosafety lab untuk bisa memenuhi syarat pemeriksaan PCR yang masih dalam tahap proses, karena harus dilakukan secara cermat dan memenuhi syarat yang ditentukan oleh Kementerian Kesehatan RI.

Kritik warga

Sementara itu, Masyarakat yang tergabung dalam #DepokLawanCorona menilai aksi penanganan pemerintah menanggulangi penyebaran virus corona di Depok masih terkesan lamban. Terutama, terkait realisasi kebijakan di level bawah, sehingga memungkinkan ledakan orang yang terjangkit virus dalam waktu ke depan.

Selama sepekan ini, #DepokLawanCorona melakukan pemantauan pelaksanaan kebijakan penanganan COVID-19 yang mencakup area Kota Depok, Jawa Barat. Beberapa fakta lapangan mematahkan segala wacana kebijakan yang digulirkan pemerintah baik level pusat maupun daerah.

Salah satu fakta temuan #DepokLawanCorona yakni banyaknya pasien berstatus ODP dan PDP yang tidak tertangani dengan optimal. Parahnya lagi, penanganan ODP dan PDP tidak berjalan sesuai protokol pandemi.

Bahkan, di salah satu Kelurahan di Kota Depok, ditemukan pasien berstatus PDP yang meninggal dunia, namun diizinkan pihak rumah sakit untuk dimakamkan secara normal tanpa protokol medis. Status pasien PDP yang meninggal dunia tersebut baru diketahui belakangan oleh pihak RT dan RW.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

depok24jam