DEPOK– Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menyiapkan ratusan personel gabungan untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan Idulfitri 2026.
Kesiapan tersebut ditandai dengan pelaksanaan apel gelar pasukan yang melibatkan unsur aparat keamanan hingga instansi terkait lainnya.
Apel tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi menghadapi meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode mudik dan libur Lebaran di wilayah Depok.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Mangnguluang Mansur mengatakan, pengamanan Idulfitri tahun ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari kepolisian, TNI, hingga elemen masyarakat yang turut membantu menjaga situasi tetap kondusif.
“Tadi kita baru melaksanakan apel gelar pasukan dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri. Tim gabungan semuanya siap membantu dan menyukseskan pengamanan selama Lebaran,” kata Mangnguluang, Jumat (13/3/2026).
Total personel yang dikerahkan sebanyak 675 yang merupakan gabungan TNI-Polri dan Pemkot Depok. Petugas akan menjaga keamanan di Kota Depok.
“Jumlahnya sekitar 675 personel dari berbagai unsur gabungan yang akan bertugas dalam pengamanan Idulfitri tahun ini,” ujarnya.
Ratusan personel tersebut akan ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk memastikan keamanan masyarakat serta kelancaran arus lalu lintas selama masa mudik dan arus balik Lebaran.
“Teknis pengamanannya dibagi di tujuh titik di Kota Depok, di antaranya wilayah Juanda, Cinere, Grand Depok City, Bojongsari, dan Kukusan. Intinya ada tujuh titik pengamanan yang disiapkan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan selama Lebaran,” tukasnya.
Pemkot Depok juga memberikan imbauan kepada aparatur sipil negara (ASN) menjelang libur Lebaran.
Salah satu hal yang ditekankan adalah larangan penggunaan kendaraan dinas untuk kepentingan mudik.
“Sesuai arahan pimpinan, dalam hal ini Wali Kota Depok, ASN tidak diperbolehkan menggunakan kendaraan dinas untuk mudik Lebaran,” tegasnya.
Ia mengingatkan agar seluruh ASN mematuhi aturan yang telah ditetapkan pemerintah terkait jadwal cuti serta kewajiban kembali bekerja setelah masa libur Lebaran berakhir.
“Selain itu, ASN juga diminta mematuhi aturan yang sudah ditetapkan, mulai dari jadwal cuti hingga waktu kembali bekerja yang sudah ditentukan,” tambahnya.
Mangnguluang menjelaskan, pemerintah pusat juga telah menetapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi ASN menjelang periode mudik Lebaran.
“Mulai tanggal 16 hingga 17 nanti kita sudah menjalankan WFA atau work from anywhere. Jadi tinggal dibagi saja siapa yang masuk dan siapa yang tidak masuk sesuai kebutuhan pelayanan,” katanya.
Meski kebijakan tersebut diberlakukan, ia memastikan pelayanan publik di lingkungan Pemkot Depok tetap berjalan seperti biasa.
“Walaupun WFA diberlakukan, layanan kepada masyarakat tetap berjalan. Untuk nanti tidak ada WFH, tetapi WFA sehingga pelayanan tetap ada,” ungkapnya.
Seluruh ASN di lingkungan Pemkot Depok diwajibkan kembali bertugas sesuai jadwal yang telah ditetapkan setelah masa libur Lebaran selesai.
“Untuk arus balik, seluruh ASN sudah harus kembali dan berada di Kota Depok sesuai jadwal yang ditetapkan,” pungkasnya.

