Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Dipangkas Menjadi Rp174 Triliun Tahun Depan

Ketua Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Said Abdullah memastikan anggaran untuk program makan bergizi gratis turun dari Rp268 triliun menjadi sekitar Rp174 triliun pada tahun depan. Penurunan tersebut disesuaikan dengan jumlah titik satuan pemenuhan pelayanan gizi dan total siswa penerima manfaat program ini.

“Sehingga hitungan saya, kalau juga di luar anggaran pendidikan, ada anggaran kesehatan yang masuk seperti umpamanya stunting, ibu hamil, itu tidak lebih dari Rp174 triliun,” ujar Said di kompleks parlemen, Jakarta, Senin lalu. Dia menambahkan bahwa penurunan dari Rp268 triliun ke Rp174 triliun cukup signifikan.

Pemerintah Melakukan Penyesuaian Anggaran

Pemerintah sebelumnya telah memangkas pagu program makan bergizi gratis pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2026 dari semula senilai Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun. Keputusan ini merupakan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan dana program dapat dikelola dengan lebih efisien.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa penghematan ini dimaksudkan agar dana Badan Gizi Nasional bisa dipakai lebih efektif dan efisien. Dengan adanya penyesuaian anggaran, pemerintah berkomitmen untuk tetap menjangkau sebanyak mungkin penerima manfaat program ini.

Realisasi Penyaluran hingga April 2026

Realisasi penyaluran anggaran hingga 30 April tercatat sebesar Rp75 triliun, yang telah menjangkau 61,96 juta penerima manfaat serta 27.952 satuan pelayanan pemenuhan gizi. Jumlah ini merepresentasikan 22,4 persen dari anggaran awal Rp335 triliun sebelum dilakukan penyesuaian.

Dengan realisasi penyaluran yang telah dicapai, program makan bergizi gratis terus menunjukkan jangkauan yang luas di seluruh wilayah. Pemerintah diharapkan dapat terus mengoptimalkan penggunaan anggaran yang tersisa untuk memastikan target penerima manfaat dapat terpenuhi hingga akhir tahun anggaran.

Sumber:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *