DEPOK24JAM, 27 Juli 2026. PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) membukukan pendapatan konsolidasian USD 76,33 juta pada semester I/2026, praktis setara dengan capaian periode yang sama tahun lalu sebesar USD 76,08 juta. Namun kenaikan beban pokok penjualan dan beban operasi menekan profitabilitas, sehingga laba periode berjalan turun menjadi USD 1,06 juta dari USD 5,86 juta pada semester I/2025.
Laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026 tersebut berstatus tidak diaudit dan dipublikasikan perseroan melalui keterangan resmi pada 27 Juli 2026.
Beban Naik, Margin Tergerus
Merujuk tabel laba rugi yang disampaikan perseroan, beban pokok penjualan naik menjadi USD 57,39 juta dari USD 53,45 juta, atau sekitar 7,4 persen secara tahunan. Karena pendapatan hampir tidak bergerak, laba bruto terkoreksi 16,3 persen menjadi USD 18,94 juta dari USD 22,63 juta.
Tekanan berlanjut di lini operasional. Beban operasi tercatat USD 15,06 juta, naik sekitar 23 persen dari USD 12,24 juta. Akibatnya laba operasi menyusut menjadi USD 3,88 juta dari USD 10,39 juta, atau turun sekitar 62,7 persen.
Beban lain-lain justru membaik, dari minus USD 1,95 juta menjadi minus USD 0,96 juta. Laba sebelum pajak penghasilan tercatat USD 2,92 juta, turun dari USD 8,44 juta.
Perseroan membukukan beban pajak penghasilan USD 1,86 juta, turun dari USD 2,58 juta. Namun karena basis laba sebelum pajak menyusut lebih dalam, tarif pajak efektif melonjak ke sekitar 63,7 persen dari sekitar 30,6 persen pada periode yang sama tahun lalu. Faktor inilah yang membuat penurunan laba bersih jauh lebih tajam dibanding penurunan laba operasi.
EBITDA tercatat USD 10,51 juta, turun sekitar 30,9 persen dari USD 15,20 juta.
Kompresi margin terlihat konsisten di semua level. Marjin laba bruto turun ke 25 persen dari 30 persen, marjin laba operasi ke 5 persen dari 14 persen, dan marjin EBITDA ke 14 persen dari 20 persen. Return on asset berbasis trailing twelve months tercatat 2,0 persen dibandingkan 5,6 persen pada tutup buku 2025, sementara return on equity 5,8 persen dibandingkan 14,0 persen.
Dari sisi komposisi, bisnis bahan kimia dan bahan peledak pertambangan menyumbang 95 persen terhadap total pendapatan konsolidasian.
Lini manufaktur dan perdagangan menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan USD 47,34 juta atau 62 persen dari total. Lini solusi peledakan menyumbang USD 25,00 juta atau 33 persen, sementara bisnis lainnya USD 3,98 juta atau 5 persen. Perseroan menyatakan pendapatan bisnis solusi peledakan naik 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pemulihan Kuartalan
Manajemen menyoroti perbaikan kinerja antarkuartal sepanjang paruh pertama. Perseroan menyebut laba bruto naik 40 persen dan EBITDA naik 96 persen secara kuartalan atau quarter-on-quarter.
Berdasarkan perhitungan atas angka semesteran yang disampaikan, pertumbuhan tersebut mengimplikasikan laba bruto kuartal II sekitar USD 11,05 juta dibandingkan USD 7,89 juta pada kuartal I, serta EBITDA kuartal II sekitar USD 6,96 juta dibandingkan USD 3,55 juta pada kuartal I. Perlu dicatat, pembanding kuartalan ini berbeda basis dengan pembanding tahunan yang menunjukkan penurunan.
Posisi Neraca
Per 30 Juni 2026, total aset perseroan tercatat USD 157,63 juta dengan total ekuitas USD 56,84 juta. Total aset lancar USD 79,50 juta, terdiri atas kas dan setara kas USD 7,52 juta, piutang usaha USD 32,76 juta, persediaan neto USD 27,37 juta, dan aset lancar lain USD 11,84 juta. Aset tidak lancar USD 78,14 juta, didominasi aset tetap neto USD 76,06 juta.
Di sisi kewajiban, total liabilitas jangka pendek USD 61,79 juta dan liabilitas jangka panjang USD 39,01 juta, sehingga total liabilitas mencapai USD 100,80 juta. Dengan ekuitas USD 56,84 juta, rasio total liabilitas terhadap ekuitas berada di sekitar 1,77 kali.
Perseroan menyebut total utang jangka pendek dan jangka panjang sebesar USD 40,07 juta, dengan saldo kas setara 5 persen dari total aset. Rasio net gearing tercatat 0,57 kali, naik tipis dari 0,54 kali pada akhir 2025. Rasio lancar 1,29 kali, turun dari 1,47 kali, sedangkan perputaran aset 0,94 kali dari sebelumnya 1,04 kali.
Direktur Utama PT Ancora Indonesia Resources Tbk, Ratno Paskalis Hendrawan, menekankan stabilitas permintaan di bisnis inti perseroan.
“Ancora membukukan Pendapatan yang stabil sebesar USD 76,33 juta pada semester pertama tahun 2026, mencerminkan permintaan yang tetap solid di bisnis inti bahan kimia dan bahan peledak pertambangan yang terintegrasi secara vertikal,” ujarnya.
Ia juga menyoroti perbaikan antarkuartal. “Perseroan juga membukukan Laba Bruto sebesar USD 18,94 juta dan EBITDA sebesar USD 10,51 juta, yang masing-masing meningkat 40 persen dan 96 persen secara kuartalan, mencerminkan kemampuan Perseroan dalam mempertahankan tingkat profitabilitas yang kuat,” kata Ratno.
Proyeksi dan Rencana Ekspansi
Untuk paruh kedua, manajemen menyandarkan harapan pada peningkatan aktivitas pertambangan. “Prospek pertumbuhan hingga akhir tahun 2026 dan seterusnya tetap positif, terutama dengan adanya rencana revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang dapat mendukung peningkatan aktivitas pertambangan pada semester kedua tahun ini,” ujar Ratno.
Perseroan juga membidik peluang ekspor amonium nitrat dan aksesori peledak di kawasan Asia Pasifik, serta melakukan diversifikasi basis pelanggan di luar sektor pertambangan, termasuk rencana pasokan untuk industri pertanian.
Dari sisi kapasitas, perseroan menyiapkan pengoperasian Pabrik Booster di Handil, Kalimantan Timur. “Rencana pengoperasian Pabrik Booster di Handil, Kalimantan Timur yang ditargetkan akan beroperasi di tahun 2027 akan semakin memperkuat platform ekspor Perseroan sekaligus menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan pendapatan dan laba dalam jangka panjang,” kata Ratno.
Profil Emiten
OKAS merupakan perusahaan induk yang bergerak di bidang solusi kimia dan pertambangan terintegrasi, mencakup manufaktur bahan kimia, produksi aksesori peledak, penyediaan solusi peledakan, serta bisnis logistik pendukung. Portofolio perseroan juga meliputi jasa pengeboran minyak dan gas bumi.
Kegiatan usaha inti dijalankan melalui anak usaha, di antaranya PT Multi Nitrotama Kimia di lini amonium nitrat dan asam nitrat, PT Bormindo Nusantara di jasa pengeboran migas darat, serta PT Ancora Shipping di lini pelayaran. Kantor pusat perseroan berada di Equity Tower, Sudirman Central Business District, Jakarta Selatan.

