Ini cerita soal sebiji kaset pita milik The All Innocent yang umurnya hampir sama dengan sebagian dari kalian. Isinya? Grunge Bandung yang masih mentah, liar, dan berisik abis!
Coba deh kalian bongkar laci meja belajar atau kardus di gudang. Siapa tahu nyelip kaset rekaman band kalian zaman dulu. Nah, hal kayak gini kejadian beneran sama anak-anak The All Innocent, band grunge asal Bandung yang biasa dipanggil INNO.
Gara-garanya sepele, euy. Akoey, sang penggebuk drum, pulang ke Bandung setelah sempat merantau ke kota lain. Pas iseng ngubek kamar bujangannya, doi nemu cover kaset demo INNO tahun 1997. Cuma cover-nya doang, lho! Kasetnya ke mana? Nah, ini dia ceritanya.
Satu Kaset, Rame-rame Gantian
Waktu itu INNO cuma punya satu kaset rekaman yang proper. Satu-satunya! Jadi kaset itu dioper dari satu personel ke personel lain, gantian kayak pinjem komik.
Ujung-ujungnya kaset nyampe ke tangan Buday, salah satu penggemar setia mereka. Buday punya tape yang bisa ngopi kaset, jadi rencananya isinya mau digandain. Eh, apes. Tape-nya rusak, kasetnya nggak pernah kekopi. Gubrak!
Kaset itu sempat juga lenyap waktu Achill Bismo, vokalis sekaligus gitaris INNO, pindah rumah. Maklum, rumah lama Achill tuh kayak markas besar. Jadi tongkrongan, keluar masuk orang nggak ada habisnya, bahkan jadi tempat singgah buat yang nggak punya rumah atau diusir keluarganya. Barang ilang? Udah biasa, cuy.
Tapi Achill nggak nyerah. Kaset itu dicari sampai ketemu. Kebetulan doi udah punya home recording, jadi lagu-lagunya sempat direkam ulang dengan sound yang dibikin semirip mungkin sama aslinya di tahun 1997. Restorasinya Achill kerjain sendiri, tinggal mixing dan mastering. Salut!
Grunge? Sori, Studio Penuh!
Kalian yang lahir belakangan mungkin nggak percaya. Tahun 1997, band grunge di Bandung tuh kayak murid bandel yang masuk daftar hitam guru BP. Hampir semua studio ogah nerima musik grunge!
Akibatnya, anak-anak INNO lebih banyak latihan pakai sistem briefing. Hampir tiap hari kumpul, ngobrolin lagu, latihan seadanya. Saking ngototnya, jari Achill yang waktu itu baru bisa main gitar sering berdarah-darah tanpa doi sadar. Edan!
Buat rekaman, mereka harus melipir jauh dari basecamp ke Cijerah. Di sanalah studio yang proper buat band-band indie. Duit pas-pasan, jadi cuma sanggup sewa satu shift. Tapi dalam satu shift itu, lahir 15 lagu sekaligus. Gile bener!
“Waktu itu kita semua agak tegang karena baru pertama kali rekaman,” aku Achill sambil nyengir.
Siapa Aja di Balik Kaset The All Innocent?
Rekaman 1997 ini digarap formasi ketiga INNO:
- Akoey: drum
- Heri Corro: bass
- Dani Bekeh alias Palm Botol: gitar 2
- Achill: gitar dan vokal
Dan ini dia 15 lagu yang nangkring di kaset demo tersebut:
- Closed Mind
- Wake
- Make Hate
- Black Soul
- Battle Field
- Where
- Dead Brain
- Little Lie
- Gabrielle
- Proud
- Unspecial
- Suicide
- Not Right
- Fuck It
- When a Son Need a Gun
Dari 15 lagu itu, cuma empat sampai lima yang sering digeber di panggung. Sisanya cuma personel INNO yang tahu. Rahasia dapur, Boys!
Kena Racun Nirvana dan Sepultura
Namanya juga anak 90-an, The All Innocent waktu itu lagi tergila-gila sama Nirvana dan Sepultura. Hampir semua anak muda Bandung juga lagi kena racun grunge, sih. Uniknya, Achill doyan nongkrong bareng anak-anak dari luar skena grunge juga.
Soal skill? Achill ngaku masih modal power chord. Ritmiknya liar, dan efek yang mereka kenal cuma efek dirty alias sound kasar. Pokoknya berisik dan jujur!
Pas dengerin lagi rekaman itu setelah hampir 30 tahun, Achill dkk bengong sendiri. “Rasanya luar biasa, sangat liar dan mencerminkan kepribadian kita pada saat itu,” katanya. Mereka bahkan sampai ngulik lagi pola-pola lagunya, dan ternyata emang keren buat zamannya. Bahkan mungkin sampai sekarang!
Dulu INNO sering sepanggung bareng NAON, Rentenir, Berandal, dan Harakiri. Beberapa personelnya juga akrab sama Naked Truth, Dislaw, Turtle Jr, Monster, Rabies, sampai Gabba Gabba. Wah, reuni skena nih!
Siap-siap, 9 EP The All Innocent Bakal Meluncur!
Kaset 1997 ini ternyata baru pembuka, Boys. The All Innocent punya rencana bikin box collection berisi 9 EP yang merangkum perjalanan musik mereka dari 1997 sampai 2019. Tiap EP isinya 6 lagu. Kalau semua lancar, Achill pengen semuanya rilis tahun 2027.
Semua personel formasi 1997 masih sehat walafiat sampai sekarang. Cuma waktu dulu mau rilis, Dani Bekeh keburu pindah pulau. Sekarang The All Innocent tinggal berdua: Achill dan Olan.
“Meski tidak banyak dirilis, kami selama ini berkarya dan berkembang dalam hening,” kata Achill. Duh, dalem!
Harapannya? Lagu-lagu ini bisa didengar banyak orang, bukan cuma temen-temen deket. Kalau bisa sampai dilirik dunia, biar jadi wakil musisi Indonesia.
“Indonesia juga negara yang musisinya nggak bisa diremehkan,” tutupnya sambil ketawa. Setuju, Bung!

