DEPOK24JAM – PT Bank Jabar Banten Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp15,86 miliar pada semester I/2026. Capaian tersebut turun 41,4% dibandingkan laba bersih Rp27,07 miliar pada periode yang sama tahun lalu, seiring meningkatnya beban pencadangan dan beban operasional.
Laporan keuangan perseroan menunjukkan laba usaha turun menjadi Rp17,40 miliar dari Rp29,96 miliar pada semester I/2025. Salah satu faktor yang menekan kinerja adalah beban penyisihan kerugian penurunan nilai aset produktif yang meningkat menjadi Rp97,17 miliar, hampir dua kali lipat dibandingkan Rp50,75 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi lain, beban operasional juga meningkat menjadi Rp311,27 miliar dari Rp281,58 miliar. Kenaikan tersebut berasal dari beban tenaga kerja, beban umum dan administrasi, serta beban operasional lainnya.
Meski laba menurun, aktivitas bisnis bank masih mencatat pertumbuhan. Pendapatan pengelolaan dana oleh bank sebagai mudharib meningkat menjadi Rp606 miliar dari Rp566,19 miliar. Hak bagi hasil yang menjadi milik bank juga naik menjadi Rp349,39 miliar dibandingkan Rp304,98 miliar pada semester I/2025.
BACA JUGA: GoPay Jadi Mesin Laba Baru GoTo pada Semester I 2026
Dari sisi intermediasi, sejumlah portofolio pembiayaan mengalami peningkatan dibandingkan posisi akhir 2025. Pembiayaan musyarakah naik menjadi Rp4,10 triliun dari Rp3,86 triliun, pembiayaan mudharabah menjadi Rp408,30 miliar dari Rp327,17 miliar, pinjaman qardh menjadi Rp523,62 miliar dari Rp352,87 miliar, sedangkan piutang murabahah meningkat menjadi Rp6,03 triliun dari Rp6,00 triliun.
Total aset perseroan juga tumbuh menjadi Rp17,17 triliun per 30 Juni 2026 dari Rp16,21 triliun pada akhir 2025. Sementara itu, kas dan setara kas meningkat menjadi Rp720,75 miliar dari Rp589,87 miliar pada awal tahun.
Namun demikian, penghasilan komprehensif bank berbalik menjadi rugi Rp37,54 miliar. Hal tersebut dipengaruhi rugi belum terealisasi sebesar Rp53,41 miliar atas aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, sehingga mengimbangi laba yang dibukukan selama semester pertama tahun ini.

